15.6.15

[ROUND 1 - TEAM F] REVISS ARSPENCER - HARI YANG DINGIN UNTUK SEBUAH PERTARUNGAN

Reviss Arspencer -Hari yang Dingin Untuk Sebuah Pertarungan
Penulis: Ara
Part 1
Di sebuah bar yang semua interiornya terbuat dari kayu, berkumpul orang-orang yang sebelumnya telah melewati sebuah pertarungan yang tak bisa dibayangkan. Mereka duduk di kursi sambil menikmati minuman yang langsung disuguhi para pelayan saat mereka datang. Membahas pertarungan yang telah mereka hadapi dan juga fakta bahwa tubuh mereka baik-baik saja meski sebelumnya mengalami luka dalam pertarungan.
Kemudian, sebuah portal terbentuk di tengah-tengah bar yang lalu mengeluarkan dua orang dari dalamnya. Seorang remaja berambut putih, Lo Dmun Faylim dan pria berambut coklat ikal dengan pakaian hitam, Reviss Arspencer. Kedatangan mereka dari dimensi lain itu menjadi perhatian sampai para pelayan datang dan menunjukkan tempat duduk untuk mereka berdua.

14.6.15

[ROUND 1 - TEAM F] ZHAAHIR KHAVARO III - BROKEBACK LOS SOLEIL

ZHAAHIR KHAVARO III - BROKEBACK LOS SOLEIL

Episode 1 – First Blood
Penulis: Candle Light Dinner

I

Zhaahir berjalan terseok-seok melintasi hamparan putih Los Soleil. Kedua tangannya terlipat memeluk dada. Namun bukan turunnya salju dari langit yang membuat sang pangeran menggigil kedinginan. Sepi hati karena jauh dari kekasihlah yang menyebabkan hal itu.

"Betapa Tamon Ruu lebih kejam dari ibu tiri. Belum lama kami menikmati kemenangan atas Tamon Rah, kini ujian lain telah datang mendera."

Namun ada daya keluhan itu hanya bisa ia ucapkan dalam hati. Sesungguhnya pria sejati pantang bersungut-sungut. Pria sejati haruslah jantan, berani menghadapi segalanya demi membuka tirai masa depan yang lebih bercahaya.

Pemuda itu pun melihat alat pemberian dari Anastasia sang gadis maid berambut ungu. Bentuknya berupa tato merah yang menempel di punggung tangan. Terdapat semacam simbol lingkaran unik dengan ukiran namanya di bagian tengah.

Konon alat tersebut berfungsi untuk mendeteksi keberadaan peserta lain. Dan untuk memenangkan pertarungan ronde ini, ia harus mengumpulkan segel yang dimiliki kelima lawannya : Lo Dmun Faylim, Renggo Sina, Vajra, Ernesto Boreas, dan Reviss Aspencer. Lalu dahinya mengkerut di balik topeng, kala memikirkan cara untuk merebut sesuatu yang sudah diukirkan pada kulit.

[ROUND 1-TEAM H] FATANIR - HAUS MANTAP

 FATANIR - HAUS MANTAP
Penulis: Po

1
Gurun Lagi

Tubuh Fata melayang menembus sebuah portal. Baru saja melewati peperangan yang melibatkan monster-monster serta kuda sembrani raksasa bernama Tamon Rah, dia sudah harus menjalani misi lainnya.

Seluruh pemandangan berganti rupa, dan mendadak saja pemuda keriting itu terhempas ke permukaan sebuah dataran...

Padang pasir. Padang pasir lagi. Hanya saja, kali ini siang hari.

"Bongkrek betul," Fata menggumam. Dia mulai berjalan di bawah terik. Tiap langkah menyebabkan sepatu pantovelnya terbenam pasir panas sampai mata kaki.

Yang diingatnya dari keterangan misi ini, adalah bahwa dia dan beberapa peserta lain akan ditempatkan di Gurun Bauhaus. Bau dan haus. Si Kribo terkekeh sendiri.

12.6.15

[ROUND 1 - TEAM A] LEXIA GRADLOUIS - THE MINE OF FIRE

LEXIA GRADLOUIS - THE MINE OF FIRE
Penulis: Too much Idea



Lexia ingat bagaimana ia melompat masuk ke dalam portal. Ia mengira ia akan muncul kembali di halaman istana, tapi tentu saja perkiraannya salah. Ia menemukan dirinya berada di sebuah gedung yang terbuat dari kayu. Dilihat dari tempatnya, kelihatannya ini lobi dari sebuah losmen atau penginapan yang memiliki beberapa tingkat.
Peserta yang lain juga dikumpulkan disini, membuat ruangan lobi ini menjadi cukup sempit dan berdesak-desakan. Tidak perlu waktu lama bagi Lexia untuk menyadari bahwa jumlah orang yang ada lebih sedikit dari sebelumnya.
"Sekali lagi saya ucapkan selamat atas keberhasilan kalian dalam melewati babak penyisihan tadi," Seorang maid berambut ungu panjang, yang dari penampilannya sedikit berbeda dari pelayan yang lainnya berjalan naik ke sebuah panggung kayu kecil. "Perkenalkan, nama saya Anastasia, untuk saat ini saya bertugas menyampaikan pengumuman resmi dan menjelaskan tugas kalian pada ronde pertama turnamen."
"Ke mana wanita berdada sapi dan kakek berjenggot tipis yang sebelumnya? Bukankah mereka yang seharusnya muncul, aku punya banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan pada mereka berdua!"

[ROUND 1 - TEAM A] BUN – HOT CAVE EXTRA CRISPY WITH MAGMA SAUCE, BUN~

Bun Journal - Hot Cave Extra Crispy With Magma Sauce, bun~
"There's nothing brighter than your dream, bro~"
Branze Journal, Page 15, Skyfall isle-Lightgard Colony
Penulis: Aki Firmansyah 

Introduction

Semerbak aroma kayu mahoni tercium begitu pekat. Menjadi salam pembuka di pagi yang—belum tentu—indah ini. Semilir angin sepoi bercampur hangatnya mentari pagi menerpa sekujur tubuh Bun tatkala jendela ruangan dibuka, berharap aroma kayu mahoni sirna terbawa angin.

"Se ... segarnyaaa, buuun~"

Bun menoleh berkeliling. Memperhatikan isi ruangan berdinding dan berlantaikan kayu mahoni. Luas, sangat luas. Lengkap dengan pelbagai macam perabotan yang biasa Bun lihat di sebuah penginapan di negeri kaum manusia. Sepertinya sih cukup untuk menampung pesta piama bersama sepupu-sepupu Bun.

Bun teringat mimpinya semalam, mimpinya terasa nyata walaupun yang bisa diingat hanya sebagian saja. Ada istana tua yang diapit dua menara kristal, terus peperangan besar, terus munculnya Monica dan Merrygold, sampai yang paling keren ketika muncul seekor kuda bersayap api dengan tanduk merah berkilauan yang berasal dari retakan rembulan, keren!

10.6.15

[ROUND 1 - TEAM E] RONNIE STACCATO - JUDI ITU HOROM TAPI SAYA BUTUH WANG

Ronnie Staccato - Judi Itu Horom Tapi Saya Butuh Wang
Penulis: Adrienne Marsh

Selamat datang di Despera Back Alley, gang gelap yang banyak sekali
orang berbahaya, jalan sesat nan laknat, dan wang.

ya, semua perlu wang. Tagihan listrik butuh wang, tapi semua disini
kelas menengah bawah. Takada yang kelas menengah ngehek, Takada Wang
namanya. Tapi Takada Wang juga baru miskin kemarin. Kalah judi
katanya.

Judi itu haram. Tapi apa yang haram membawa nikmat yang tak pernah
didustakan. Tapi butuh wang.

Semua perlu wang. Ronnie juga butuh wang.

[ROUND 1 - TEAM G] LADY STEELE - UNYIELDING

Lady Steele - Unyielding
Penulis: Fachrul R.U.N

0
Semua ini terasa seperti mimpi. Baru satu jam lalu Steele mengalahkan gelombang monster tak terbatas untuk menyegel kuda api mengerikan. Seharusnya Steele tak mampu bertarung lagi setelah itu. Bagaimana tidak? Staminanya terkuras habis, satu kakinya patah, dan ia luka-luka. Dengan peralatan medis modern pun itu jenis cidera yang butuh satu tahun lebih untuk ditangani.
Namun saat Nessa membawanya kembali ke Alforea, tak ada bekas pertempuran di tubuhnya. Debu dan pasir yang melekat di kulitnya? Hilang. Lubang dan bekas sobekan di pakaian spandeksnya? Sirna. Kaki patahnya? Kembali seperti sedia kala. Bukannya lelah, ia malah merasa lebih segar dibanding saat ia baru datang, seakan ia baru saja memulai hari dengan diperkuat kafein. Yang tersisa dari pertempuran itu hanya kenangan.

7.6.15

[ROUND 1 - TEAM C] VI TALITHA - AWAL TERBUKANYA TIRAI PANGGUNG SANDIWARA

VI TALITHA - Awal Terbukanya Tirai Panggung Sandiwara
Penulis: Lamiel



[Lain Kali Jangan Sibuk Sendiri Di Kapal Kalau Ingin Selamat]


Ada seorang pria tampan.

Wajah yang berkhiaskan doa-doa surgawi. Pakaian yang dirajut oleh dewi-dewi pencakar langit. Kulit yang dirawat oleh jemari para malaikat yang tengah berdzikir indah. Dan suara lembut bak pekikan ilahiah yang membelah jalan menuju nirwana.

Suatu hari, pria tersebut tengah berkunjung ke Sicily—mencoba melantunkan melodi surgawi demi mendapatkan sekarung permata. Atau dua karung? Tidak, sepertinya berkarung-karung hadiah yang didapatkannya dari sebuah kompetisi musikal.

Pria itu bangga, pria itu bahagia. Dia ingin segera pulang dan menghabiskan hartanya di kedai bikini yang sudah dia dambakan sebelumnya dalam mimpi bulanan. Karenanya dia mencoba menumpangi kapal sederhana demi menghemat biaya pemuasan nafsu yang dinantinya.

6.6.15

[ROUND 1 - TEAM F] VAJRA - SALJU DI CANDRADIMUKA




VAJRA – SALJU DI CANDRADIMUKA
Penulis: Andry Chang


= Bagian 1 =
FAJAR SANG VAJRA

Sekali lagi, Raditya "Vajra" Damian menemukan dirinya dalam kondisi terkapar di tanah. Namun ini bukan jalanan di depan Keraton Yogyakarta, bukan pula lereng bukit di depan menara kristal yang tumbang di Padang Shohr'n, Alforea.

Ini adalah halaman depan rumah Radith di pinggiran Kota Yogyakarta yang sunyi dan sepi. Tak seorangpun tampak menyaksikan  kegiatan ini. Selain semua orang tengah terlelap, rumah ini amat berjauhan jaraknya dengan rumah-rumah penduduk lain di sekitarnya. Jadi tak satupun insan mempedulikan suara-suara gaduh atau petir yang menyambar-nyambar di sana.

Ini adalah juga rumah seorang dukun merangkap dalang bernama Ki Rogohjiwo.

31.5.15

[ROUND 1] SURVIVAL OF THE FITTEST

[BATTLE OF REALM - SURVIVAL OF THE FITTEST]
Written by: Rizqi Rachman



Sesosok pria berjubah hitam terlihat berdiri di tengah sebuah ruangan yang gelap. Untuk beberapa saat pria itu hanya berdiri di tempatnya tanpa bergerak atau berkata sedikit pun, seolah sedang menunggu sesuatu.

Tidak lama setelah keheningan memenuhi ruangan gelap tersebut, secercah cahaya muncul tidak jauh dari tempat pria itu berdiri. Cahaya tadi mulai menyebar dan dalam waktu singkat ruangan yang tadinya kosong kini berubah menjadi sebuah ruangan megah bagai ruang tahta di istana kerajaan.

Hanya ada satu hal yang membuat tempat itu berbeda dengan ruangan istana pada umumnya. Langit-langit ruangan tersebut dipenuhi oleh kabel-kabel yang semuanya berkumpul dan tersambung pada sebuah peti mati hitam yang berada di tengah ruangan.