LO DMUN FAYLIM - PELARIAN AKASH: TITISAN
Penulis: Jfudo
Hening.
Semua diam setelah mendengarkan penjelasan dari RNG, penyambut kedatangan mereka.
RNG berdiri di balik sebuah meja panjang yang terbuat dari kayu, dengan rak besar di belakangnya berisi botol-botol yang terbuat dari kaca. Di samping kiri meja terdapat sebuah papan besar dengan berbagai kertas menempel di atasnya.
Ruangan itu sendiri seperti sebuah bar, dengan furnitur serba kayu. Penerangan yang minimalis di situ turut menambahkan kesan klasik di dalamnya. Sesekali lampu itu meredup, lalu terang kembali. Energi di sana sepertinya sedikit tidak stabil.
Ruangan itu penuh dengan orang. Ada sekitar lima puluh orang di dalamnya dan semua diam tertegun. Sedikit tak menyangka akan kejadian-kejadian yang ada di sana. Bahkan sebagian besar mungkin tidak tahu untuk apa awalnya mereka berada di sana.
RNG, gadis cebol dengan pakaian pelaut warna biru itu menggendong seekor kucing yang ditaruh di depan dadanya, membiarkan kaki belakangnya menggantung bebas. Saat itu ia telah habis memberikan mereka informasi terkait pertarungan yang akan datang. Pertarungan berikutnya bisa menjadi ajang saling bunuh, bagi dirinya maupun seluruh rekan setimnya.