2.5.15

[PRELIMINARY] RAGGA BANG! - THIS IS MY WRESTLING RING, LITTLE PONY!

[PRELIMINARY] RAGGA BANG! – THIS IS MY WRESTLING RING, LITTLE PONY!
Penulis: azimaR


"Hey Bangins! Seharusnya kau tidak sesantai ini, besok kau akan berhadapan dengan lawanmu di final Wrestling International Championship!" Teriak seorang pria muda mengenakan jas elegan dari luar kamar di salah satu hotel besar di los angeles kepada seseorang yang berada di dalam kamar itu.

"Haaaaaa?! Tenang saja! Aku tak mungkin kalah oleh manusia! Jika kalah pun aku hanya perlu meledak kan seisi ring menggunakan kemampuan asli ku…" Jawab pria yang berada di dalam kamar hotel itu yang diketahui bernama Rager Bangins atau terkenal dengan julukan Ragga Bang!.


"Hah?! Kemampuan mu?! Kau harus menyembunyikan itu dasar bodoh! Kau harus sebisa mungkin menjadi manusia biasa dan bergulat biasa tanpa mengeluarkan kemampuan asli mu! Lebih baik kau buka dulu pintu ini, Ada yang ingin ku bicarakan!" Balas nya panjang lebar. Pria ini diketahui bernama Steve Johannson, Asisstant dari Ragga Bang!.

"Pintu itu tidak dikunci, dasar asisten bod… " Suara Ragga menghilang sebelum dia selesai menyelesaikan perkataanya.

"Apa kau bilang dasar alien tak tau…" Steve pun membuka pintu kamar hotel yang ternyata tak dikunci lalu melanjutkan perkataanya yang belum selesai "…Diun… tung?" Steve yang kebingungan ketika dia hanya melihat kasur yang beranatakan tanpa ada siapa siapa di dalam kamar itu.

"Cih, Kemana si alien Jupiter aneh itu…"

***

"Haaaa?! Kenapa aku tiba tiba disini?!" Ragga yang kaget karena tiba tiba terdampar didepan kastil dengan posisi terbaring di tanah dengan dikerumuni oleh banyak sekali orang orang aneh seperti di film film.

Mengetahui posisinya yang terbaring Ragga langsung berdiri dan menyesuaikan diri ke kerumunan. Terlihat seorang gadis dan pria tua di atas balkon seperti ingin memberi pengumuman tentang apa yang terjadi menarik perhatian Ragga untuk fokus mendengarkan apa yang akan gadis dan pria tua itu katakan.

"Kalian semua yang ada di sini, adalah calon peserta turnamen antar dimensi yang akan diadakan tidak lama lagi. Turnamen ini disebut Battle of Realms, dan hanya para petarung terbaik yang bisa mengikuti pertarungan bergengsi ini!" Pria itu memberi sedikit penjelasan.

"Cih ini pasti gara gara surat yang kutanda tangani tadi!" Salah seorang berbisik dengan nada ketus terdengar dari belakang.

'Surat? Ah sial! Ini pasti ulah Steve yang asal menandatangani surat yang datang! Tapi apa boleh buat, aku pun penasaran dengan turnamen ini, akan kucoba!' Pikir Ragga dalam hatinya saat itu.

"Baiklah, Sekarang carilah member party untuk babak penyisihan kalian lalu jika kalian sudah siap langsung saja datangi portal di setiap maid yang ada. Dengan ini Battle Of Realm 5 dimulai!" Teriak Pria Tua itu tanpa memberi tau apa yang akan peserta hadapi nanti lalu pergi begitu saja ke dalam kastil.

Dengan seketika Central Square pun menjadi ramai dengan orang orang yang mencari party untuk babak penyisihan turnamen ini, dengan santai Ragga berjalan ke sebuah tembok pagar pembatas lalu berdiri diatasnya.

"PERHATIAN SEMUA!" Ragga berteriak dengan sangat lantang membuat para peserta melirik ke arah nya. "Aku adalah Ragga Bang! Kalian yang memiliki televisi pasti mengetahui siapa aku bukan? Aku adalah pegulat pro yang besok seharusnya menghadapi final di Los Angeles tapi malah terdampar disini"

Orang orang hanya melihatnya dengan tatapan aneh, tapi itu tak membuat Ragga berhenti melanjutkan pidato anehnya "Baiklah! Seharusnya kalian beruntung aku mengikuti turnamen ini! Siapa yang ingin menjadi team party ku? " Ragga dengan percaya diri nya.

Pria berbadan kekar berambut panjang spiky berwarna merah yang mengenakan singlet putih dengan celana jeans pendek dibawah lutut dan sepatu jogging berwarna hijau itu menyilangkan tanganya di dada dengan bangga nya.

"PFFTT!--- Jangan bercanda!" Teriak salah seorang di kerumunan itu.

"Apa? Pegulat? Maksudmu badut yang melakukan drama perkelahian?" Tambah seseorang lagi dari ujung kerumunan.

"HAHAHAHAHAHAHAHAHA!" Serentak orang orang yang berada di kerumunan itu tertawa meremehkan Ragga lalu memalingkan muka dan melanjutkan pencarian party mereka.

"Sialan! Jika aku tau siapa kau dan dari mana kau berasal, aku akan menghajarmu!" Ragga yang tersulut emosi ditahan oleh puluhan maid untuk tidak menghajar peserta yang berani mengejeknya.

Setelah emosi Ragga mereda, dia memisahkan diri duduk di bawah pohon untuk menenangkan fikiran nya dan mengamati siapa yang akan dia jadikan party untuk babak penyisihan nanti.

'Hmmh! Apa perlu membawa orang untuk babak penyisihan nanti? Aku padahal ingin menunjuk kan kemampuanku bahwa aku bisa lolos babak ini tanpa party' Fikirnya sambil memejamkan mata.

Kemudian Ragga mulai melirik lirik orang yang akan dipilihnya untuk party nanti, terlihat beberapa orang unik yang akan dipilihnya untuk party nanti seperti monster, kakek kakek atau benda mati yang berjalan sampai mata nya tertuju pada sesuatu yang sepertinya ia kenali.

'Sepertinya… Aku mengenal pakaian itu… Itu seperti…. Pakaian gulat wanita? Dan sabuk kejuaraan?' Fikirnya dalam hati ketika melihat seorang wanita yang mengenakan pakaian gulat dengan sabuk kejuaraan yang dipikul nya di bahu sedang bertanya tanya di dalam kerumunan.

Tanpa dipanggil, wanita itu mendekati Ragga yang sedang mengamatinya dari bawah pohon di sisi kerumunan. 'Oh sial, Aku bisa di sangka stalker…' Fikirnya.

"Kau… Orang bodoh yang mengaku pegulat pro dan mempermalukan diri sendiri tadi kan?" Wanita itu bertanya.

"Haaaaa?! Aku tidak bodoh! Dan aku memang seorang pegulat pro! Dari pakaianmu dan sabuk yang kau pikul… Apa kau pegulat juga?" Tanya Ragga.

"Ya, Aku pegulat naungan IFWL" Jawabnya.

"IFWL ? Aku tidak pernah mendengarnya!" Balas Ragga.

"Tentu saja, Mungkin karena kau pegulat pro palsu atau kita berasal dari eksistensi berbeda. Oh ya, perkenalkan aku Lady Steele" Jawabnya lalu menyodorkan tangan untuk memperkenalkan diri.

"Hah! Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan, tapi jika kau menyebutku pegulat pro palsu lagi, kau akan merasakan sakitnya submission-ku. Ragga Bang!" Ragga pun membalas sodoran tangan dari Steele.

"Jika kau bukan palsu, buktikan dalam babak penyisihan ini" Tantang Steele.

"Baiklah. Party, Huh?" Ragga menjinjitkan salah satu alisnya dengan senyum lebar penuh semangat.

"Ya…"

Mereka berdua pun memasuki portal diantar oleh salah satu maid didekat portal.

***

"WOOOHOOOO! TAMAN BERMAIN YANG BAGUS!" Ragga yang muncul di suatu gurun tandus dengan ribuan pasukan monster yang tidak pernah ia lihat sebelumnya terlihat sangat bersemangat.

"Baiklah, misi kalian adalah bertahan hidup dari monster monster itu. Lalu bisa kalian lihat diatas…" Maid itu menunjuk ke langit sambil menadah ke atas "…Bulan itu akan turun lalu dalam jangka waktu singkat akan hancur dan muncul kuda raksasa abadi Tamon Rah, Tugas kalian adalah menyegel kuda itu kembali ke bulan dengan cara menghancurkan dua tower disana dengan cara bersamaan…" Tunjuk maid itu ke kasti dengan dua tower yang jauh jaraknya dari mereka berdua.

"Kenapa harus bersamaan?" Tanya Steele.

"Jika kalian tidak menghancurkanya bersamaan maka tower itu akan kembali seperti semula. Oh ya, jangan lupa disana banyak jebakan!" Jawab maid itu.

"Baiklah aku siap!" Ucap Ragga Bang seraya menalikan tali sepatu nya.

"Baiklah semoga berhasil, aku akan kembali…" Maid itu pun menghilang kembali masuk ke dalam portal.

Tepat setelah maid itu menghilang, para monster dan pasukan manusia dari alforea mulai saling menyerang satu sama lain, mulai dari monster yang ukuran nya kecil hingga besar mencoba menerobos kerumunan manusia yang jumlahnya terlihat lebih sedikit dari para monster.

"Ayo kita masuk ke dalam kerumunan! Dan hajar makhluk makhluk aneh itu!" Ragga semangat lalu mengajak Steele untuk langsung menyerang.

"Tunggu dulu!...." Steele membuat Ragga mengerem langkah nya dan melirik Steele.

"Ada apa?" Tanya Ragga.

"Aku ingin tanya sesuatu, apa keinginanmu sampai kau mengikuti turnamen ini?" Tanya nya.

"Hmmm, Keinginan? Aku datang kesini dengan ketidak sengajaan dan yang tetap membuatku semangat adalah dunia aneh ini belum pernah kulihat sebelumnya. Jadi… Yaaa… Aku tak punya keinginan, hanya main main saja sampai sesuatu memulangkanku ke duniaku?" Jawab Ragga dengan sedikit kebingungan menjawab pertanyaan Steele. Steele yang mengajukan pertanyaan malah terbawa bingung dengan jawaban aneh itu.

"Baiklah, Ayo kita hajar mereka!" Lanjut Ragga.

"Tunggu! Apa kita benar benar akan masuk ke dalam kerumunan lalu mengacak ngacak lawan dengan sesuka hati? Seharusnya kita mengatur rencana lalu bergabung dengan pasukan Alforea atau membuka jalan dan menghancurkan tower agar cepat selesai…" Steele yang hampir naik darah menghentikan kebodohan Ragga.

"Awas!" Ragga yang mengabaikan perkataan Steele lalu berlari ke belakang Steele.

Rupanya ada dua goblin kecil yang coba menyerang Steele dari belakang. "Dual…." Ragga pun mencekik kedua goblin itu dengan masing masing kedua tangan lalu mengangkat tinggi tinggi kedua goblin tersebut "…CHOKESLAM!" Lalu Ragga membanting dengan keras kedua goblin tersebut ke tanah.

*BRAAAAAAKK!!!* . Seperti terkena bom, tanah disekitar Ragga langsung retak, goblin yang dibanting nya pun sudah tidak berbentuk.

"Ah!?... Aku berhutang padamu…" Steele yang lengah akan pertahanan nya pun terheran heran.

"Rencana, huh?. Baiklah, aku mempunyai rencana… Ikuti aku!" Jawab Ragga lalu berlari  mendekati orang yang terlihat seperti pemimpin dari pasukan Alforea.

"Geez…" Steele dengan pasrah mengikuti Ragga mendekati orang yang terlihat seperti pemimpin dari pasukan Alforea.

Orang itu terlihat mengenakan baju zirah besi hampir di seluruh tubuh nya kecuali di bagian kepala dan pergelangan tangan.

"Hey kau! Kau pemimpin dari pasukan ini?" Tanya Ragga yang menerobos masuk ke barisan pasukan yang sedang berperang melawan monster bersama Steele.

"Ya aku adalah pemimpin nya… Eh? Ah! Kau pasti peserta dari B.O.R yang di kirim dari kerajaan kan? Kami sudah menunggumu!" Pemimpin itu terkejut ketika melihat Ragga dan Steele yang datang.

"Sudah, jangan terlalu banyak basa basi, aku punya rencana!" Ucap Ragga.

"Rencana? Rencana apa?" Tanya pemimpin dari pasukan Alforea tersebut.

"Hey Ragga! Apa kau benar benar memiliki rencana? Jika rencana mu ini konyol, lebih baik gunakan rencanaku saja!" Potong Steele.

"Tenanglah Steele, meski rencana ini tiba tiba muncul dalam benak ku, tapi rencana ini menyenangkan!" Ragga mengacungkan jempolnya kepada Steele. "Jadi begini, kita buat 'Tembok Manusia' untuk pertahanan… Kepunglah sebanyak banyaknya musuh yang berada di depan dari kanan, kiri, depan, belakang dengan pasukan tameng dan tombak untuk membentuk kotak raksasa!" Lanjutnya.

"Ma-Maksudmu kau mau membuat ring gulat dari pasukan tameng dan tombak?" Tanya pemimpin itu.

"Ya! Ring ini membuat monster yang berada di dalam nya tak bisa kabur keluar dan monster yang bermunculan maupun yang tersisa diluar takkan bisa masuk, jika ada yang mencoba mendekat atau menerobos ring ini maka prajurit tombak yang berada di lapisan luar ring ini harus menyerang nya!" Ragga menjelaskan panjang lebar rencananya.

"Lalu harus berapa pasukan yang harus ku pasang di dalam ring untuk memusnahkan monster yang berada di dalam ring?" Tanya pemimpin itu dengan wajah ragu.

"Pasukan? Tidak perlu! Cukup aku dan Steele!" Ragga dengan percaya diri nya.

"Hah?! Apa kau serius ingin melakukan hal ini?!" Tanya Steele yang kaget ketika namanya disebut untuk rencana aneh Ragga.

"Ayolah ini pasti akan menyenangkan! Kapan lagi kau bisa merasakan bergulat dengan ring gulat raksasa dan melawan ribuan makhluk aneh? Anggap saja ini Royal Rumble!" Ragga meyakinkan Steele.

"Entahlah, aku ragu akan rencana ini… Tapi untuk seorang peserta dari turnamen B.O.R aku harus coba percaya… Baiklah pasukan! Dengarkan rencana ini!...." Pemimpin itu langsung maju ke depan dan memberitau rencana Ragga kepada seluruh pasukan nya.

"Bersiaplah, Anggap saja ini pertandingan gulat!" Ragga tersenyum lebar kepada Steele.

"Tidak, aku tidak mau membuang waktu untuk ini…" Balas Steele dengan nada dingin.

"Hee? Ayolah, anggap saja ini pemanasan sebelum bulan itu pecah!" Bujuk Ragga.

"Kubilang tidak. Geez… Begini saja… Aku akan membuka jalan ke kastil dengan 2 tower itu sampai kau selesai bermain main disini bagaimana?" Steele dengan pasrah memberi tambahan rencana pada Ragga.

Ragga sempat terlihat berfikir mendengar tambahan rencana dari Steele. "Hmmm, Baiklah… Aku akan cepat memberesi ini!"  Ragga pun setuju dengan tawaran Steele. Setelah itu Steele memisahkan diri dari 'Ring Gulat' manusia tersebut dan berlari menuju kerumunan monster yang berada di arah menuju ke kastil.

Sementara itu pasukan yang melaksanakan rencana Ragga pun mulai bergerak membuat bentuk kotak raksasa sembari mengumpulkan musuh sebanyak banyaknya ke dalam ring.

"Baiklah! Ring selesai!" Teriak pemimpin pasukan itu dari jauh.

Ring raksasa ini sangat luas dengan jarak dari ujung ke ujung bisa mencapai 1000 meter. Namun 1000 meter disini tak berarti lega, karena monster monster yang terperangkap di dalam ring ini tidak sedikit, mungkin ratusan? Tidak, Ribuan? Ya, ribuan! Mungkin sekitar 2000 atau 5000?.

"Oke ! Royal Rumble…. DIMULAI!" Ragga pun berlari maju ke depan menerobos kerumunan monster untuk mencapai titik tengah ring.

"Steroid Body Active, Level 1" Otot otot Ragga tiba tiba jadi lebih mengembang dan tubuh Ragga juga jadi sedikit meninggi, skill ini memang skill khusus milik Ragga yang bisa menggandakan tenaga nya di per-level nya. Ragga pun berlari menerobos kerumunan monster dan sampai di titik tengah ring raksasa tersebut.

"Baiklah, siapa yang pertama?..." Ragga memasang kuda kuda gulat nya. Pergerakan terobosan tadi membuat perhatian para monster tertuju pada Ragga hingga para monster dengan serentak coba menyerang Ragga.

"Sasaran besar! SUPLEX!" Ragga yang spontan melihat Orc yang coba menyerangnya langsung berlari memutari sang Orc lalu *BAAAMMM*. Orc tersebut dibanting ke belakang menggunakan bantingan suplex dan menindih beberapa monster kecil.

"Fyuuuh… Berat juga kau om…" Ragga yang berdiri di samping Orc yang dibantingnya mengamati tubuh Orc tersebut karena penasaran dengan berat Orc tersebut.

Para monster yang sempat terhenti untuk menyerang Ragga karena kaget melihat Ragga yang membanting Orc pun kembali menaruh perhatian pada Ragga.

Kali ini golongan Ghoul Ghoul berukuran kecil coba menerjang Ragga dari segala arah. "Steroid Body Level 2" Terlihat tubuh Ragga kembali meninggi dan otot otot Ragga jadi lebih mengembang *BAAKK* *BUUKK* *DAGGG* *SEERR(?)* Terdengar pukulan dan tendangan Ragga yang mengenai Ghoul.

"RAAWWWRRRR!!!" Makhluk besar berbulu dengan tinggi 20 meter yang diketahui dengan nama Troll berlari dengan penuh amarah menuju Ragga tanpa memperdulikan kawanan monsternya yang terinjak injak olehnya.

"Woahhh, Datanglah bayi besar, Papah akan memberimu perlakuan khusus!" Ragga dengan ragu menajamkan mata nya terhadap pergerakan Troll yang berlari mendekati nya.

"Steroid Body Level 3…" Bisik Ragga lalu mengambil ancang ancang untuk melompat. Terlihat otot Ragga untuk ketiga kali nya mengembang dan tinggi Ragga juga meninggi. Berbeda dengan level 1 dan 2, kali ini Ragga terlihat jadi sangat besar dengan tinggi sekitar 240cm dan otot yang besar membuatnya terlihat seperti Orc.

Ketika Troll itu sudah tepat beberapa langkah di depan Ragga, Ragga pun melompat mendekati rahang dari Troll tersebut lalu "…RAGGA PUNCH!"  *BOOOOMMMM* Terjadi ledakan yang sangat besar . Ini memang skill Ragga sang Jupiter Humanoid, ketika skill ini aktif maka tinju Ragga akan menciptakan ledakan apalagi di tambah Steroid Body.

Beberapa monster di bawah Ragga ada yang terpental maupun hancur menyisakan darah. Troll yang tertinju pun melayang ke angkasa sangat tinggi dengan tak berdaya. Rahang dan wajah nya sudah sangat hancur menyisakan kepala nya.

"Hap!" Ragga pun mendarat ke tanah yang retak akibat ledakan yang terjadi, lalu menyiapkan ancang ancang lagi untuk melompat.

Tepat ketika Troll tak berdaya tersebut mulai turun dari langit, Ragga melompat dengan tinggi lebih tinggi dari saat dia memukul Trool itu. Akhirnya mereka bertemu di udara, Ragga membalikan arah badan nya membelakangi Troll lalu menaruh kepala Troll yang sudah tak berbentuk akibat ledakan tadi di pundaknya dengan kedua tangan memegang punggung kepala Troll tersebut lalu menjatuhkan dirinya secara terlentang dengan posisi kepala Troll tersebut berada di pundak Ragga.

"Ah! Jangan bilang itu…" Terlihat Steele yang sedang berlari menuju kastil sempat terhenti karena melihat Ragga yang sedang melayang bersama makhluk besar memeragakan suatu gerakan gulat.

"HEYYAAA!!! RAGGA JUMPING CUTTER!" *GAABBOOOMM!* Terjadi gempa luar biasa akibat bantingan Ragga dari udara. Kepala Troll yang terbanting ke tanah menggunakan gerakan gulat Jumping Cutter yang dinamai Ragga menjadi Ragga Jumping Cutter tersebut hancur menyisakan tubuh tak berkepala yang tergeletak di tanah yang sudah hancur akibat bantingan dari udara tersebut. Banyak monster terlempar ke luar ring akibat serangan tersebut, bahkan gempa yang disebabkan bantingan tadi sempat mengacaukan formasi prajurit tameng yang menjadi dinding Ring tempat Ragga bermain. Hampir seluruh monster didalam ring terlempar keluar!.

"Cihh, Cukup menguras tenaga, tapi yang tadi itu menyenangkan! Baiklah… Selanjutnya aku akan mengeluarkan gerakan gulat The DDT! Siapa selanjutnya!?" Teriak Ragga dengan mengacungkan jari tengah menandakan dia belum puas.

Namun monster monster yang tersisa seolah ciut melihat Ragga, mereka menyerang pasukan tombak dan tameng yang menjadi tembok Ring tersebut hingga mereka berhasil keluar dari Ring raksasa itu.

"Cih! Dasar pengecut! Tapi keadaanku yang sedang berada dalam Steroid Body Level 3 ini tak akan bisa berlari mengejar mereka… Lebih baik aku menyusul Steele!" Dengan pergerakan yang lambat seperti orang yang jalan biasa, Ragga coba untuk menyusul Steele.

***

"Hmm, hebat juga dia… Jumping Cutter dengan monster berukuran raksasa seperti itu…" Steele yang berlari diluar Ring sedang menuju ke arah kastil. Rupanya monster monster yang menghadang jalan Steele adalah orang orangan sawah yang hidup

Terlihat para monster sudah mulai menunggu Steele yang sedang berlari ke arah mereka. "…Giliranku yah? Spear!" *BUUUKHHGG* Steele yang melompat lalu menyeruduk salah satu Scarecrow yang menghalangi nya hingga terdorong sejauh beberapa meter dan menghancurkan nya.

Namun Scarecrow yang hancur oleh Spear dari Steele kembali hidup dan menyerang Steele dengan tinjuan. "Hup!" Steele menghindar dari serangan Scarecrow yang kembali hidup.

"Apa apaan ini? Tubuh nya yang hancur kembali pulih? Apa ini sihir?" Steele yang mengeluarkan kuda kuda gulatnya coba menganalisa situasinya.

"Akan kucoba sekali lagi… HAAA!" *BRUUGGGHH* Steele melakukan Headbutt  atau tandukan pada salah satu Scarecrow yang coba mengepungnya hingga membuat kepala Scarecrow tersebut hancur.

"Selesai?,,," Steele yang bangkit melihat Scarecrow yang terkena tandukan nya. "…Ah!" Namun tak lama setelah kepala Scarecrow tersebut hancur, dengan secara tiba tiba kepala Scarecrow itu kembali menyatu dan Scarecrow tersebut hidup kembali.

"Ini takkan ada habisnya jika begini terus…" Steele yang memasang kuda kuda bertahan sambil melihat sekeliling, pengelihatan nya hanya melihat ratusan Scarecrow yang mencoba mengepungnya.

Tidak…

Ada sesuatu…

Tepat di ujung kerumununan Scarecrow, ada Ghoul dengan tudung berjubah seperti penyihir! Sepertinya Ghoul itu lah yang memberi sihir pada Scarecrow ini.

"Baiklah aku cukup menghajarnya bukan?" Steele berlari menerobos kerumunan Scarecrow coba mendekati Ghoul dengan tudung berjubah.

Melihat Steele yang mendekati nya, Ghoul itu lari coba menghindari Steele. "Sudah kuduga kau memang yang mengatur orang orangan sawah ini ya…". Ghoul itu pun kabur ke atas bebatuan besar yang berada di dekatnya untuk menjauh dari Steele. Namun Steele rupanya lebih cepat dari pergerakan Ghoul tersebut.

Ketika Steele tepat berada di bawah bebatuan tempat Ghoul itu berdiri, Steele melompat lalu menjepit kepala dari Ghoul itu dengan kedua kakinya. "Hup! HURRACANRANNA!" *GEBRAAAKKKK* Dengan kaki menjepit kepala Ghoul tersebut, Steele melakukan jungkir balik di udara lalu membanting nya ke bawah dan mengenai beberapa Scarecrow yang dari tadi  mengejar Steele. Teknik Hurracanranna dari aliran Lucha ini memang sangat mematikan.

Perlahan beberapa Scarecrow mulai hancur dan akhirnya ratusan Scarecrow yang menghalangi jalan menuju kastil pun hancur berkat Steele yang mengalahkan Ghoul pengendali Scarecrow tersebut.

"Fuuuhhh, sekarang hanya tinggal pergi ke kastil itu…" Steele terlihat kelelahan akibat beberapa serangan yang diterima nya dari Scarecrow ketika menerobos.

"Hey Steele! Kau sudah selesai? Cepat juga ya…" Ragga yang menyusul Steele muncul beberapa jarak dari Steele.

"Ah?" Steele menengok ke belakang "Oh, Ragga! Kenapa tubuhmu menjadi sebesar ini?"

"Aku mengaktifkan salah satu kemampuanku ke tahap yang lumayan tinggi!" Jawab Ragga.

"Ke-kemampuan seperti apa?" Steele yang kaget melihat Tubuh Ragga jadi sebesar Orc.

"Yaaahh… Yang jelas tiap level akan memperlambatku, tubuhku akan terasa menjadi sangat berat tiap level nya namun akan memberiku tenaga yang besar!" Jelas Ragga.

"Hmm begitu, kalau begitu ayo kita cepat menuju Tower, dengan kecepatanmu sekarang jika ditunda akan lebih lama lagi…" Ajak Steele.

Mereka berdua pun berjalan menuju kastil yang jaraknya sudah tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Steele memilih untuk jalan biasa bersama Ragga karena hitung hitung memulihkan tenaga.

Namun…

*BRAAAKKKKHHH* Bulan yang tadi semakin turun akhirnya pecah.

Semua prajurit alforea maupun monster diam terpana melihat hancurnya bulan.

"NGEHIIIIEEKKKKK!!!' Akhirnya kuda yang dibicarakan pun muncul, Tamon Rah! Bola api pun terlempar ke seluruh arah termasuk ke arah Steele dan Ragga.

"Awas !" Steele menarik Ragga ke sebelah kanan menghindari Bola Api yang dilemparkan oleh kuda api Tamon Rah.

"Woohhh! Hutang… Lunas?" Ucap Ragga mengingat soal pertama kali mereka datang kesini dan Steele berkata 'Aku Berhutang padamu' akibat serangan goblin.

"Sudahlah! Ayo!"

Tamon Rah yang diselimuti amarah membabi butah menyerang siapa saja. Mau itu monster ataupun manusia yang terkena Tamon Rah pasti akan merasakan panas nya api dari amukan seekor kuda yang disegel di bulan.

"Kita sampai… Sial, aku tak bisa membiarkan kuda itu membunuh orang orang terus menerus… Kita harus cepat menghancurkan tower ini…" Ucap Steele berada di depan gerbang kastil.

"Hey Steele…"

"Haah?" Sahut nya dengan dingin

"Akan memakan waktu lama untuk menghancurkan tower itu dengan keadaan ku yang seperti ini…" Ragga memasang tampang serius.

"Lalu kau mau apa? Bergulat dengan kuda itu?..." Tanya Steele dengan nada dingin.

"Ya, aku akan bergulat dengan kuda itu…" Jawab Ragga.

"Oh sial, rupanya kau memang benar benar bodoh… Aku memang menghargai dan mencitai gulat, tapi bergulat dengan makhluk seukuran itu adalah ide buruk…" Ucap Steele.

"Apa kau pernah melihat seseorang melakukan Jumping Cutter terhadap menara listrik di dunia mu?" Tanya Ragga mengungkit teknik yang sama yang dilakukan nya kepada Troll yang dikalahkan nya tadi.

"Jangan bilang…"

"Tunggulah disini! Atraksi ini aku tujukan untukmu!" Ragga tersenyum lebar pada Steele lalu berjalan ke Tower kanan yang jarak antara Tower Kanan-Kastil-Tower Kiri tidak terlalu jauh.

"Baiklah baiklah! Akan kubantu kau!" Steele menyusul Ragga lalu menarik lengan Ragga agar berjalan lebih cepat.

Akhirnya Ragga dan Steele sampai di tower kanan. "Menjauhlah sedikit Steele, ini akan sedikit mengejutkan…" Ragga pun menyiapkan ancang ancang, Steele yang ragu untuk meninggalkan Ragga dengan rencana bodoh nya akhirnya perlahan mundur dan menjaga jarak.

"RAGGA STEP!" *BUUUUMMMM!!* Terjadi ledakan dengan daya ledak sama seperti Ragga Punch namun ini berasal dari kaki Ragga. Sudah seperti Roket, Ragga yang menghadap ke arah Tamon Rah yang sedang membabi buta melesat terbang ke atas melampaui tower akibat tekanan yang diterima nya dari ledakan di kaki nya.

"HIEEKK?" Tamon Rah yang merasakan ada seseorang mengeluarkan skill langsung menengok Ragga, dengan kecepatan penuh Tamon melesat terbang melengkung terbang dari arah kanan Ragga.

"…Level 4 Steroid Body…" Ragga yang mengaktifkan skill Steroid Body nya ke level max kembali mengembang, Tinggi nya berkembang jadi sekitar 260cm dan otot nya menjadi sangat besar. Terlihat urat urat tubuh Ragga yg menyembul sudah tidak mampu untuk menambah Level dari Steroid Body lagi.

"GRRRRRNMMM, HIEEEKKK!!" Kuda itu menambak kecepatan nya.

"Jangan macam macam kau kuda poni… THIS IS MY WRESTLING RING! LITTLE PONY!" Teriak Ragga menantang Tamon Rah. Hingga akhirnya Tamon tinggal beberapa jarak dari Ragga, Ragga membalikan arah tubuh nya jadi membelakangi sang kuda.

*GEBRUUUGGGG* Tamon pun menabrak punggung Ragga. Perlahan namun pasti terlihat Tamon semakin melambat, setelah kepala dari Tamon berada di atas tower kiri dan bagian badan berada di atas tower bagian kanan, Ragga memegang erat batang hidung dari Tamon dan mesandarkan nya ke pundak Ragga.

"Sekali lagi... RAGGA JUMPING CUTTER!!!" Ragga menjatuhkan diri ke tower kiri seraya menarik batang hidung Tamon Rah, Sempat ada perlawanan dari Tamon Rah namun tenaga dari Steroid Body Level 4 berhasil menandingi nya hingga *BUUUMMMMM* Kepala Tamon Rah membentur tower kiri dan otomatis badan Tamon Rah membentur tower kanan. Gerakan gulat yang sama digunakan pada Troll ini berhasil digunakan pada Tamon Rah meski harus menggunakan Steroid Body Level 4.

*BRAAAAAKKKKK* *GEBRUUMMM* Kedua tower itu berhasil hancur secara bersamaan akibat bantingan Ragga terhadap Tamon Rah. Namun Ragga jatuh bersamaan dengan reruntuhan dari tower itu hingga akhirnya Ragga tertimbun oleh reruntuhan tower kiri.

Setelah itu terlihat perlahan beberapa pasukan monster menghilang satu per satu hingga akhirnya Tamon Rah tertarik kembali ke dalam bulan dan akhirnya kembali tersegel di dalam bulan.

Steele terlihat sedang menggali reruntuhan reruntuhan tower sebelah kiri untuk mencari Ragga yang tertimbun reruntuhan.

*BRAK* Akhirnya tubuh Ragga di temukan dalam bentuk ukuran aslinya, rupanya Steroid Body nya sudah tidak aktif. "Hey Ragga! Bangunlah! Kita sudah berhasil!" Teriak Steele sambil menggoyang goyangkan tubuh Ragga.

"Ragga! Ragga!"

"Hey Ragga! Bangunlah!"

Namun tetap tak ada respon dari Ragga. "Tidak mungkin..." Steele menundukan kepala nya dihadapan Ragga, tak percaya jika Ragga akan benar benar mati.

Namun perlahan jari Ragga bergerak, lalu akhirnya berhasil membuka mata. "Uhhhh, Sial aku tidak bisa menggerakan seluruh tubuhku…".

"Ahh! Kau bangun! Apa kau tidak apa apa?..." Tanya Steele yang kaget melihat kesadaran Ragga.

"Te-tenang saja… Ak-Aku tak apa… Bagaimana dengan misi nya?" Ragga dengan lemas perlahan mengacungkan jempol pada Steele.

"Syukurlah… Kita berhasil menyegel kembali Tamon Rah..." Jawab Steele.

"Benark---AAWW PUNDAK KU" Perkataan Ragga yang terpotong karena tiba tiba dia merasakan sakit pada pundak nya. "Huff… Benarkah? Berarti kita sudah lolos dalam babak penyisihan ini?" Lanjut Ragga.

"Mungkin?"

Tiba tiba muncul portal di dekat Steele dan Ragga, dan muncul beberapa maid dan servant dari dalam nya. "SELAMAT! Kalian berdua berhasil menyegel kembali Tamon Rah! Dengan begitu kalian berdua berhasil lolos di babak peliminasi ini!" Para maid dan servant itu serentak memberi selamat.

"Feeeww... Mungkin takdir lebih ingin aku memenangkan final dari turnamen ini daripada final Wrestling International Championship...."

17 comments:

  1. Hahahaha Ragga pegulat steroid. Narasi dan pertarungannya bagus mas memberi kelancaran saat dibaca. Aku cuman rada bingung sama strategi yang digunakan, kok mereka bisa dengan gampangnya mengepung musuh dalam kotak itu.

    Nilai : 8

    OC aye : Zhaahir

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mba review nya~ :D
      hahahaha iya mba kedepan nya bakal ditulisin lebih detail tiap apa yang bakalan di lakuin ragga thanks :D

      Delete
  2. Ceritanya cepet banget, kaya udh mepet deadline aja. Nyantai dikit, lah ....

    Ragga penuh semangat, berapi-api dan PD, saya suka.

    Gaya penceritaaannya, ya, seenggaknya saya ngerti. Tp kesalahan EYD-nya, meski ini bukan aspek yg terlalu penting, masih terlalu banyak yg harus diperbaiki.

    Strategi kotak itu jga aneh dan membingungkan. Panjang 1000 meter? Pasukannya aja setau saya cuma 500, atau saya ada yg kelewat?

    So, tanpa basa-basi lagi, saya kasih nilai 7.

    Dari pengarang Ahran ~

    ReplyDelete
    Replies
    1. akhirnyaaa ada yang komen tentang 500 pasukan... saya ga baca lebih lanjut soal berapa pasukan yang ada di lapangan perang... saya kira terserah penulis eh ternyata dibatasi 500 hehe xD

      btw thanks udah review mba :D

      Delete
  3. Wah, bersemangat sekali Dik Ragga Bang ini, ya? Sampai-sampai semua diborong sendirian, mulai dari membantai monster-monster kecil, membanting orc dan troll, sampai menyeret Tamon Rah untuk menghancurkan dua menara. Kasihan Lady Steele nggak kebagian aksi keren. Padahal sama-sama pegulat, mestinya bisa lebih kompak seperti tim.
    -
    Saya merasa aneh dengan strategi yang dijalankan Dik Ragga Bang. Wajarkah prajurit yang dikatakan sekitar 500 orang saja mampu membuat barikade ring seluas 1000 meter dikali 1000 meter? Pasti bakal banyak lowongnya. Lalu Lady Steele sebenarnya berfungsi apa di sini? Tampak seperti penonton saja, alih-alih rekan tim.
    -
    Narasinya masih terlalu mengandalkan SFX, Dik. Jadinya terkesan agak manja, malas mendeskripsikan adegan memukul dan menendang, lebih memilih pakai BAG BUG DUAGH.

    Lalu EYD-nya ya ampun! Kalau saya guru bahasa Indonesia, ini sudah saya kasih nilai jelek karena terdapat banyak sekali pengabaian tata tulis yang baik dan benar.
    -
    Baiklah, segitu saja komentar dari saya. Semoga semangat Dik Ragga Bang bisa membantu agar lolos dari ujian prelim ini.

    PONTEN 7+

    -Bu Mawar-

    ReplyDelete
    Replies
    1. ampun bu jangan setrap OC saya T_T. haha.
      makasih review nya bu... untuk kedepan nya bakal di perhatikan lagi pembawaan karakter team party dan EYD nya.

      untuk yang 500 prajurit itu saya ga baca dengan jelas , saya kira terserah pengarang berapa pasukan alforea yang ada di lapangan perang hehe.

      thanks :D

      Delete
  4. umm well gaya penceritaanya bolehlah, mudah dipahami terlebih lagi pas pertarungannya terutama adegan gulat ragga tapi beberapa hal terkesan gak logis meskipun ini fantasi, eh tapi jangan bilang fantasi itu gak ngandung unsur2 logis dalam cerita, justru kadang fantasi menuntut sebuah kelogisan dalam ceritanya. oke lupakan tentang fantasi logis itu, kenapa saya bilang gak logis. ya itu dengan pasukan sebanyak 500 orang atau mungkin udah berkurang karena serangan monster-monster yang ada di sana bisa bikin ring manusia dengan jarak sejauh itu. woow banget pastinya klo beneran ada Terus itu juga steelenya cuma kebagian nyerang satu jenis monster , scarecrow dan itu pun di kendalikan sama ghoul (itu ghoulnya ghoul tipe penyihir kali yah)..

    nilainya 7
    -Khanza M. Swartika-

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh makin banyak yang komen tentang 500 pasukan :'v
      itu kesalahan saya ga baca lebih jelas tentang berapa pasukan alforea di lapang hehe...
      thanks dah review :D

      Delete
  5. Karena sudah menggunakan karakter saya, sebenarnya saya tergoda untuk ngasih 8... tapi sayangnya ada terlalu banyak kendala teknis nih untuk ngasih nilai itu. haha. coba mulai belajar untuk mengurangi penggunaan sound effect untuk menyajikan adeganmu,

    Selain itu... unsur drama dari pertarungannya kurang terasa. Well, technically ini memang baru ronde 1. Masalahnya, di BoR itu kita selalu dihadapkan ancaman tereliminasi kapan saja, apa lagi di BoR 5 ini bakal ada 50an orang tereliminasi di bagian awal. jadi I expect... more flair, more drama, dalam pertarungannya.

    Masih cukup layak dapet 7 kok

    OC: Lady Steele

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih dah review dan ngebolehin OC nya di ajak jalan jalan om :D
      oke kedepan nya drama dan sound effect bakal lebih di perhatikan, thanks :D

      Delete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Wwwww ini kayanya penulisnya ikut kebawa ocnya ya jadi semangat meledak" dan berapi"

    Biasanya saya bakal komen soal SFX atau gaya narasi, tapi sejujurnya ini menghibur. Kayanya kalo udah melee one-on-one sama Ragga susah bener ya menangnya

    Cuma ini pace-nya cepet bener, udah gitu Steele kurang gitu keekspos di sini

    Dari saya 7

    [OC : Dyna Might]

    ReplyDelete
    Replies
    1. yep, emang kebawa berapi api pas nulis , jadi keasikan sendiri hehe.
      ragga emang petarung jarak dekat, tapi kelemahan nya sendiri ada di musuh yang menggunakan serangan jarak jauh #spoiler.

      makasih review nya :D

      Delete
  8. DARAH PANASKU BERGOLAK LUARR BIASAAAAA!!

    Uyeah! Karakter yang benar-benar berdarah panas. Saya senang penggunaan teknik gulat yang apik di sini.

    Tapi sayangnya Lady Steele spotlightnya kurang nih. Padahal saya kira bakalan tag lariat ke tamon rah <(")

    yang disayangkan dari entri ini juga cuma teknis strateginya sih. Membuat tembok manusia 1000 meter itu ide bagus, tapi di misi di-state kalau prajurit Alforea cuma ada 500. Jadinya kurang orang...

    saya berikan 7/10 untuk aksi yang MELEDAK!! BANG!!

    Salam hangat dari Enryuumaru/Zarid Al-Farabi!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. BANGG!!!!! DARAHKU MERUPAKAN LELEHAN LAVA PANAS YANG SIAP KELUAR KAPANPUN !!!! /wat

      hehehe makasih review yang ikut 'nge-BANG!' nya om zarid :D
      untuk kedepan nya bakal lebih di perhatikan team party yang di bawa dan detail pertarungan (untuk masalah 500 pasukan itu karena ga baca lebih jelas hehe)

      thanks :D

      Delete
  9. hulk version in BoR yah :D keren dah! gak bisa bayangin kalo misal ada event suruh cqc ama dia entah gimana ngelawannya :v tapi btw keren dah walo ane kurang paham sama istilah gulatnya :3 n saya bayangin kalo ragga sama stelle tag team wih ._ serem euy

    dari saya 7/10

    Dallas, salam menyebalkan <(")

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha bisa jadi, tapi alhamdullilah ragga diberikan 'sedikit' otak disini hahaha :'v
      oke makasih review nya, untuk kedepan nya bakal lebih detail lagi masalah istilah gulat :3

      thanks :D

      Delete