25.4.15

[PRELIMINARY] AWAKENING OF THE REALM

Battle of Realms 5: Exiled Realm

"Awakening of the Realm"



Malam hari kembali menyelimuti Alforea. Walaupun begitu, segala kegiatan yang terjadi di kota Despera tepat terlihat ramai sama seperti saat siang hari. Para player terlihat ramai berkeliaran di kota, di antara mereka ada yang hanya sekadar berkumpul untuk mengobrol bersama, atau ada juga yang melakukan kegiatan jual beli.

Ternyata, bukan hanya di kota saja yang terlihat ramai dengan berbagai kegiatan, di dalam kastil utama Despera sekalipun, kesibukan masih terlihat jelas, terutama di ruang kerja Hewanurma.


“Astaga, kenapa yang daftar banyak sekali, merepotkan saja,” Seorang pria berjanggut putih menggerutu kesal seraya memperhatikan layar monitor hologram yang menyala di atas meja kerjanya.

Pada layar hologram tersebut, puluhan biodata player baru yang mendaftar untuk mengikuti turnamen Battle of Realms terpampang rapih.

“Kenapa juga harus aku yang memeriksa semua data ini? Ke mana perginya wanita pemalas itu?!” Sahutnya kesal pada seorang pelayan yang sejak tadi terus berdiri di depan pintu kantornya.

“Nona Ruu ada di kamarnya, tapi beliau berpesan supaya tidak diganggu,” Jawab pelayan tersebut dengan sopan.

“Hah? Tidak bisa diganggu katamu?”

Si pelayan mengangguk pelan.

*** 

Sebenarnya tidak baik mengintip kamar seorang wanita terutama di malam hari seperti ini, tapi demi berjalannya babak prelim ini, maka dengan terpaksa kita harus melakukannya.

*** 

Dengan tergesa-gesa Hewanurma berjalan menuju ruangan yang berada di lantai paling atas di kastil tersebut, dan begitu dia tiba di depan ruangan dengan sepasang pintu besar dan megah tersebut, pria tua berjanggut putih itu mulai menarik nafas panjang.

“YEEEEAAAAARRRTT!!” Ditendangnya pintu di hadapannya hingga hancur berkeping-keping.
Dibalik pintu yang hancur tadi, terlihat sesosok wanita dengan raut wajah yang kaget, pastinya dia bingung dengan apa yang baru saja terjadi.

Wanita tersebut hanya mengenakan kaos longgar tanpa lengan dan celana pendek. Sambil duduk bersila di depan meja kecil dengan perangkat komputer canggih di salah satu pojokan kamar.

“Sedang apa kau di pojokan seperti itu?” Tanya Nurma dengan wajah dingin dan nada suara yang terdengar amat kesal.

“Eh? Ah? A-aku sedang mengerjakan sesuatu..” Jawab Ruu dengan nada panik.

[Your bottom tower is under attack]

Sebuah suara terdengar dari perangkat komputer di samping wanita itu.

“AAAAIIIEEEEE!!” Secepat kilat Ruu langsung mengkarate komputer tersebut hingga hancur lebur.

Keringat dingin mulai mengucur membasahi dahi dan punggungnya.

“Hoo, jadi selama ini kerjaanmu itu main game ya?” Tanya Nurma yang semakin geram.

“Ti-tidak kok, aku hanya berniat istirahat sebentar setelah bekerja seharian,” Ruu berusaha meyakinkan Nurma, namun sayangnya dari penampilannya saat ini kelihatan jelas kalau dia sudah mengurung diri di kamarnya selama beberapa hari tanpa keluar kamar sekalipun.

“Aku tidak mau dengar alasanmu, apa kau tidak sadar ini sudah hari terakhir pendaftaran turnamen?!” Bentak Nurma galak.

“Loh, bukannya masih seminggu lagi?” Tanya Ruu dengan wajah polos.

Keduanya terdiam sesaat.

Kemudian Nurma meraih salah satu potongan pintu yang hancur berserakan, dan melemparnya sekuat tenaga tepat ke arah Ruu.

“SEMINGGU LAGI KEPALAMU!!”

Potongan pintu yang keras tersebut sukses mendarat di kepala Ruu dan membuatnya tergeletak dengan nyawa yang hampir keluar dari mulutnya.

“Jumlah peserta yang mendaftar terlalu banyak, kita tidak mungkin menerima semuanya!! Kau kan yang memulai turnamen ini, coba pikirkan sesuatu dan bantu aku!!”

Mendengar hal tersebut, perlahan Ruu mulai bangkit.

“Sebenarnya kau tidak perlu khawatir tentang hal itu,” Ucapnya seraya bangkit berdiri.

“Bagaimana bisa aku tidak khawatir? Memangnya kau sudah punya rencana?”

“Tentu saja, kau pikir kau sedang bicara dengan siapa?” Sahut Ruu dengan wajah yang berlumuran darah. Dan sambil mengangkat tangan kanannya tinggi ke atas, wanita jangkung itu mulai menarik nafas panjang.

“Mari kita mulai saja babak penyisihannya!” Sahutnya lantang kepada para pembaca.


“.....Kamu ngomong sama siapa?”


*** 


Malam berganti pagi, dan kehidupan di kota Despera mulai sibuk kembali seperti biasanya. Bedanya, central square yang berada di depan kastil utama Despera, yang merupakan jantung dari kota tersebut terlihat sepi. Bahkan, di setiap jalan yang menuju ke tempat itu dijaga ketat oleh para gadis berseragam maid.

Tidak lama berselang, dari arah balkon lantai dua kastil yang menghadap tepat ke arah lapangan, sepasang maid membuka pintu balkon perlahan. Dan dari balik pintu tersebut, Tamon Ruu berjalan anggun menuju tepi balkon di ikuti oleh beberapa orang maid lain dan Hewanurma yang berjalan paling belakang.

Ruu mengangkat tangan kanannya ke depan, lalu sebuah bola cahaya kecil muncul dari telapak tangannya. Wanita itu mengayunkan tangannya dengan gerakan yang lemah gemulai dan melempar bola cahaya tersebut ke udara.

Bola yang tadinya hanya seukuran kepalan tangan, dengan cepat membesar hingga mencapai diamater 5 meter dan berhenti tepat di udara di tengah taman kastil yang luas.

“Atas nama Tamon Ruu, kupersilahkan kalian untuk memasuki dunia ini!” Sahut Ruu lantang sambil masih mengangkat tangannya tinggi.

Tepat di saat yang bersamaan, bola cahaya raksasa tersebut memancarkan puluhan garis-garis cahaya dari seluruh permukaannya. Garis-garis cahaya tersebut berterbangan di udara bagai bintang jatuh sebelum akhirnya turun ke permukaan tanah dan membentuk berbagai macam sosok mulai dari manusia biasa hingga makhluk-makhluk aneh yang mirip dengan monster.

Dari atas balkon, Tamon Ruu menatap keadaan di halaman kastil yang ramai dipenuhi dengan wajah-wajah yang kebingungan.

“Selamat datang di Aflorea, wahai para petualang!” Ruu kembali berbicara, namun kali ini suaranya terdengar begitu lembut dan merdu, membuat mereka yang tadinya bingung dan bertanya-tanya langsung mengalihkan pandangan mereka pada sumber suara tersebut.

Begitu mereka yang berkumpul memandang wajah pemilik suara barusan, mulut mereka seolah terkunci, dan seluruh pandangan mereka terpaku pada keindahan yang seolah tidak pernah mereka lihat sebelumnya.

Ruu berdehem, sesaat kemudian di tangan kanannya tiba-tiba muncul sebuah mic kecil berwarna putih.

“Aaa... tes...tes... baka to test,” Ucapnya seraya mencoba berbicara melalui mic.

“Woi, nanti kena lisensi!” Protes Hewanurma di belakang.

Ruu kembali menyapu keadaan sekitar dengan pandangannya.

“Jangan mengabaikanku!!” Protes Nurma lagi.

“Baiklah, mungkin diantara kalian ada yang bingung kenapa kalian secara tiba-tiba muncul di sini, dan mungkin juga ada yang sudah tahu kenapa kalian muncul di sini. Bagi belum belum tahu coba angkat tangannya yang tinggi~” Sahut Ruu riang.

Serentak semua orang mengangkat tangan.

Tamon Ruu terdiam sesaat.

“Areee... bukannya sudah kutulis alasannya di surat undangan ya?” Tanya Ruu bingung.

“Isi suratnya cuma satu kalimat, itu juga tidak jelas maksudnya apa,” Jawab salah satu peserta.

“Shocking truth!!” Ujar Ruu dengan wajah terkejut.

Di belakang, Hewanurma hanya bisa geleng-geleng kepala.
“Sepertinya aku lupa menulis tentang turnamen di dalam suratnya, teehee~” Ucap Ruu sambil menjitak kepalanya sendiri.

Kali ini giliran para peserta yang geleng-geleng kepala.

“Jadi kami dipanggil ke sini untuk apa?” Salah seorang peserta lain kembali bertanya.

Ruu tidak langsung menjawab, wajahnya yang tadinya penuh semangat kini terlihat bingung seolah sedang berpikir keras.

“Jadi ya... kalian di undang ke sini karena.... gimana jelasinnya ya?” Gumamnya sambil garuk-garuk kepala.

Seolah sudah tidak tahan lagi, Hewanurma yang daritadi hanya berdiri di belakang langsung bergegas maju dan merebut mic yang dipegang oleh Ruu. Lalu mendorong wanita itu mundur ke belakang. Dan dengan wajah sedih yang seolah ingin berkata ‘Panitia utamanya kan aku’ Tamon Ruu pun berjalan lesu ke samping pintu.

“Kami mohon maaf atas kesalahan teknis barusan. Sekarang biar kujelaskan langsung alasan kenapa kalian ada di tempat ini!” Dengan nada tegas dan serius, Hewanurma mulai menjelaskan apa yang sedang terjadi.

“Kalian semua yang ada di sini, adalah calon peserta turnamen antar dimensi yang akan diadakan tidak lama lagi. Turnamen ini disebut Battle of Realms, dan hanya para petarung terbaik yang bisa mengikuti pertarungan bergengsi ini!” Jelasnya lantang pada seluruh peserta yang berkumpul.
Mendengar penjelasan Nurma barusan, mereka yang berkumpul di halaman mulai berbisik satu sama lain. Beberapa dari mereka ada yang terlihat begitu bersemangat, dan ada juga yang terlihat bingung dan berusaha mencerna kata-kata Nurma barusan.

“Lalu jika memenangkan turnamen ini, kami akan dapat apa?” Tanya seorang peserta penuh semangat.

“Pemenangnya akan mendapatkan apapun yang dia inginkan!!” Sahut Ruu yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping Nurma.

“Kalau aku mau cintamu boleh nggak mba?” Tanya seorang peserta berambut ungu dan mengenakan jas putih.

“Gak!” Jawab Ruu spontan.

Ditolak mentah-mentah, peserta itupun langsung berjalan pundung ke barisan belakang.

“Walaupun begitu, sayangnya kami tidak bisa menerima kalian semua yang ada di sini untuk mengikuti turnamen, karena jumlah kalian terlalu banyak,” Nurma kembali menjelaskan.

“Karena itulah, kami akan mengadakan babak penyisihan untuk memilih para peserta terbaik yang akan berlaga dalam turnamen Battle of Realms! Berikut ini adalah penjelasan tentang babak penyisihan, jadi dengarkan baik-baik!” Sahut Nurma galak.

Keadaan hening seketika.

“Dari seratus satu orang yang ada di sini, hanya ada empat puluh delapan peserta terbaik yang akan terpilih untuk mengikuti turnamen yang sesungguhnya. Setiap peserta akan dikirimkan ke sebuah area khusus untuk babak penyisihan dalam kelompok. Setiap kelompok terdiri dari dua hingga empat orang. Kalian bebas untuk memilih anggota kelompok kalian, dan begitu kalian sudah mendapatkan kelompok yang menurut kalian pas, maka kalian akan langsung dikirim ke tempat pertarungan oleh seorang maid yang akan menjelaskan misi yang harus kalian jalankan begitu kalian tiba di tempat pertarungan.”

Mendengar penjelasan tersebut, sontak semua yang ada di halaman kastil langsung ramai dan mulai mencari anggota tim yang ingin mereka rekrut. Bahkan, ada beberapa yang berebut anggota tim sambil beradu argumen.

“Dengan ini, kunyatakan babak penyisihan Battle of Realms telah dimulai!!” Sahut Hewanurma dengan lantang dan penuh semangat.

Setelah mengumumkan pembukaan babak penyisihan, Tamon Ruu dan Hewanurma mulai beranjak pergi dari balkon kastil, dan para maid yang sejak awal hanya berjaga di jalanan, kini satu persatu mulai bergerak menuju kumpulan para peserta.

Dan tanpa ada seorang pun yang menyadari, sesosok pria berjubah hitam sejak tadi terus mengawasi keadaan sambil duduk di puncak kastil dengan sekaleng minuman dingin di tangannya.

*** 


Mission Details:

1.        Satu tim terdiri dari 2-4 OC, komposisi tim bebas terserah pada penulis. Silahkan bertarung mati-matian, yang jelas hasil akhirnya adalah kemenangan OC kamu, dan OC kamu harus bertahan hidup sampai akhir. Tiap tim akan dikirim ke realita yang berbeda, jadi setiap tim tidak akan bisa bertemu dengan tim lainnya. Begitu kalian tiba di tempat pertarungan, maka maid yang mengantar kalian akan menjelaskan secara singkat apa yang harus kalian lakukan, dan begitu kalian mengerti, kalian bisa mulai bertarung.

2.       Setiap tim akan dikirim ke sebuah gurun gersang berbatu pada malam hari. Di tengah gurun ini sedang terjadi peperangan antara lima ratus prajurit Alforea melawan ribuan monster dari berbagai jenis, mulai dari slime yang paling lemah, high orc, bangsa naga, demon, pokoknya semua monster yang bisa kamu bayangkan semuanya datang menyerbu.

3.       Ketika kalian melihat ke langit, maka kalian akan menemukan bulan Alforea, yaitu Alkima perlahan mulai turun dan mendekati planet. Kurang dari 5 menit, bulan tersebut akan hancur dan dari dalamnya muncul seekor monster raksasa setinggi 50 meter berwujud kuda bersayap dan bertanduk bernama Tamon Rah.

4.       Misi kalian adalah bertahan hidup dari serbuan monster yang tidak ada habisnya, dan menyegel kembali Tamon Rah dengan cara menghancurkan dua menara kristal yang berisi segel Tamon Rah. Kedua menara tersebut berada jauh di arah utara, di depan sebuah kastil besar yang sudah hancur dan dijaga oleh ratusan monster yang tidak ada habisnya.  Kedua menara ini berada di sayap kanan dan kiri kastil dan harus dihancurkan secara bersamaan. Apabila tidak dihancurkan secara bersamaan, maka menara tersebut akan utuh kembali seperti sedia kala.

5.       Begitu kalian berhasil menghancurkan kedua tower, maka seluruh monster yang ada akan hancur dan Tamon Rah akan tersegel kembali. Lalu sebuah portal akan muncul untuk kalian kembali ke Alforea.

Boss Monster Specification:

·         Name: Tamon Rah
·         Element: Fire
·         Skill 01: Tamon Rah memiliki cast detector di mana dia akan selalu mendeteksi setiap kali ada OC yang menggunakan kemampuan mereka dalam jarak 100 meter, dan akan langsung bergerak menuju arah sumber pemilik kemampuan tersebut.
·         Skill 02: Dalam keadaan biasa, dia akan berlari di udara tanpa tujuan, dan membakar apapun yang dilewatinya, baik itu tentara Alforea, peserta, ataupun para monster.
·         Skill 03: Setiap 5 menit, sepasang sayapnya akan menembakkan puluhan bola api raksasa yang akan menghancurkan apapun tanpa target spesifik.
·         Skill 04: Makhluk ini tidak dapat mati ataupun dibunuh, dan memiliki kemampuan regenerasi yang sangat cepat.
·         Kelemahan: Walaupun tidak bisa dibunuh/mati, tapi Tamon Rah tetap bisa dilukai. Dia juga berada di dalam keadaan madness yang membuatnya tidak melihat lawan ataupun kawan. Dia juga dapat terpengaruh oleh debuff kecuali mind control, hypnotis, dan time control. Sihir jenis penyegelan dapat menyegelnya untuk beberapa detik. Begitu kalian tiba di kastil, maka kemampuan cast detectornya tidak akan bekerja lagi.

Tower Specification:

·         Kedua tower memiliki spesifikasi yang sama.
·         Tower terbuat dari kristal khusus yang kebal terhadap serangan sihir, hingga hanya bisa diserang oleh serangan fisik biasa.
·         Kedua tower akan menembakkan projektil sihir setiap detik kepada siapapun yang berada dalam jarak 5 meter dari tower. Walaupun tidak mematikan tapi projektil ini tetap berbahaya apabila tertembak secara terus-menerus.

CARA SUBMIT:
  1. Panjang cerita maksimal 10k words. Dan pastikan sudah selesai sebelum di-submit. Format penulisan standar, gak perlu ribet-ribet. Yang penting enak dibaca.
  2. Copy-paste cerita ke badan e-mail, bukan attachment, dan kirimkan ke alamat Battleofrealms.id.exiled@blogger.com (cc: Battleofrealms.id@gmail.com) cc wajib untuk back-up.
  3. Subjek e-mail harus persis seperti ini formatnya dan ditulis dengan kapital.
    [PRELIMINARY] AHMAD DIHUJAT - PERTARUNGAN TIADA HABIS
  4. Apa yang kamu tulis di badan e-mail, itulah yang nantinya akan tampil di blog. Jadi, usahakan tulis yang rapi.
  5. Panitia tidak akan mengecek EYD atau pun segala bentuk error lainnya dalam penulisan peserta. Hal itu menjadi tanggung jawab masing-masing Peserta.
  6. Bila takut error atau apa, silakan tes dengan mengirim e-mail ke diri sendiri dan lihat hasil kirimannya.
  7. Waktu pengerjaan maksimal 3 minggu. Mulai dari 26 April 2015 hingga tanggal 16 Mei 2015 pukul 00:00 malam.
  8. Setiap tulisan yang sudah masuk dan dipublikasikan oleh Panitia, informasinya akan di-update via FanPage.

PENILAIAN:
  1. Semua orang, baik peserta maupun sekedar pembaca dipersilakan berkomentar di tulisan peserta dengan menyertakan review singkat dan penilaian berupa 1 - 10 sesuai dengan pendapatnya masing-masing. Dan penilaian harus angka bulat, apabila tidak maka nilai di anulir.
  2. 48 OC dengan nilai rata-rata tertinggi akan langsung menjadi pemenang dan berhak berlanjut ke ronde turnamen. Dan sisanya dengan sangat terpaksa dinyatakan gugur dalam babak penyisihan.
  3. Setiap peserta wajib memberi komentar dan nilai kepada minimal 10 entry lain dengan menyertakan nama OC miliknya di bawah komentar. Apabila tidak memberi komentar dan nilai, maka nilai milik OC-nya akan dikurangi sebanyak jumlah komentar yang kurang. Apabila pas 10 komentar atau lebih, maka tidak ada pengurangan nilai.
  4. Batas waktu penilaian adalah 2 minggu sejak deadline submisi preliminary.







16 comments:

  1. YEEAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRTTTT...

    ReplyDelete
  2. Duh, belum apa-apa Ahran udah sial. Makin lengkap deh deritanya :')

    ReplyDelete
  3. Kalau komennya lebih dari 10 entri, apakah nilai akan ditambah, Mas?

    ReplyDelete
  4. Mb, jangan main terus yha...

    ReplyDelete
  5. Saus tartar... Bun sial Luar binasa...
    Udahmah gurun, anti magic, skill detector, KUDA :v
    Mencoba menyelesaikan misi dalam kurang dari satu jam inimah. Rajungan... :3

    ReplyDelete
  6. Saus tartar... Bun sial Luar binasa...
    Udahmah gurun, anti magic, skill detector, KUDA :v
    Mencoba menyelesaikan misi dalam kurang dari satu jam inimah. Rajungan... :3

    ReplyDelete
  7. menghancurkan tower bersamaan

    itu yang jadi masalah dalam cerita ini.

    ReplyDelete
  8. Ululululu...


    Saatnya pembantaian *author bersemangat..

    *plaak

    Berisik, aku yang bertarung kenapa kau yang bersemangat *Khanza ngomel

    Hehe *usap2 kepala xD

    ReplyDelete
  9. Jarak tower satu ke tower satunya berapa meter? Jangan 1 km ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. jaraknya bebas terserah penulis

      Delete
  10. Oh boy, here we go! :DDDDD

    ReplyDelete